Maumere tidak hanya menawarkan keindahan alam. Tetapi beberapa tempat menarik untuk mempelajari sejarah dan budaya yang ada.

Ada beberapa kampung yang bisa dikunjungi untuk mempelajari kehidupan masyarakat Flores. Ada pula kampung yang mempertahankan adat istiadat leluhur.

Jika ingin mempelajari budaya Maumere, datanglah ke tiga tempat yang direkomendasikan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka berikut ini:

  1. Nua Bari

Nua Bari merupakan sebuah kampung di Lenandareta. Kampung ini terletak di atas bukit. Warga di kampung ini masih memegang teguh adat istiadat yang diwariskan leluhur mereka. Anggota keluarga yang meninggal akan dimakamkan dalam sebuah batu yang dipahat dengan tangan.

Sedangkan jenazah akan didudukkan dengan lutut tertekuk merapat ke dada dan kedua tangannya mengatup kedua kakinya seperti posisi janin batu di dalam rahim.

Sedangkan penutup kuburnya adalah sebuah batu yang juga dipahat rata. Untuk mengunjungi desa adat ini, travellers perlu menempuh jarak 52 kilometer dari Maumere.

2. Desa Sikka

Kampung Sikka berada di bagian pesisir selatan Kabupaten Sikka. Jaraknya sekira 27 kilometer dari kota Maumere.

Setiap tanggal 26 Desember, kampung ini selalu menampilkan tarian Bobu dan ritual keagamaan Logu Sinhor yang merupakan pengaruh dari bangsa Portugis.

Di Sikka terdapat sebuah gereja tua dengan gaya bangunan khas Portugis. Sementara untuk oleh-oleh, travellers bisa membeli dari kaum ibu yang merupakan pengrajin tenun ikat handal dengan motif khas warisan leluhur.

3. Museum Bikon Blewut

Museum Bikon Blewut merupakan museum terbesar dan terlengkap di Nusa Tenggara Timur. Koleksi museum ini beraneka ragam dari berbagai zaman.

Di sini, travellers juga berkesempatan belajar sejarah dan kehidupan masyarakat Flores zaman dahulu. Untuk mencapai tempat ini, travellers hanya harus menempuh jarak sekira 10 kilometer.

LEAVE A REPLY