ternyata-ini-alasan-mengapa-ada-ukiran-labu-saat-halloween

Trasidi merupakan salah satu elemen penting dalam setiap perayaan-perayaan besar, misal pada hari raya Natal, umat Kristiani tampak gembira merangkai pohon natal mereka dengan berbagai hiasan menarik. Begitupun dengan perayaan Halloween.

Menjelang hari paling ‘menyeramkan’ di seluruh dunia itu, jutaan orang berlomba-lomba untuk mengukir sebuah labu hingga menyerupai wajah yang menyeramkan. Tradisi ini sering juga disebut dengan jack-o’-lantern. Seperti kebanyakan cerita rakyat, sejarah tradisi jack-o’-lantern sendiri cukup bervariasi tergantung siapa yang bercerita. Tetapi, semua cerita pasti melibatkan seorang pemabuk pintar yang berhasil mengelabui sesosok iblis.

Menurut sebuah legenda yang beredar di Irlandia pada abad ke-18, seorang pemabuk bernama Jack mengajak sesosok iblis untuk minum bersamanya. Sang iblis pun mematuhinya. Namun, terjadi sebuah kesalahpahaman ketika tagihan minuman datang. Jack mengira sang iblis lah yang akan membayarkan semua tagihan minumannya. Tetapi ternyata, iblis tersebut juga berpikiran demikian.

Melihat hal tersebut, dengan cerdik Jack meminta kepada iblis untuk berubah menjadi enam buah koin agar tagihan mereka bisa terbayarkan. Sang Iblis pun menurutinya. Jack berhasil membayar tagihan tersebut dan mengantongi sisa koin di sakunya. Ia kemudian memutuskan untuk beristirahat tepat disebelah sebuah salib perak. Sang iblis meronta kesakitan karena didekatkan dengan benda tersebut. Ia meminta Jack untuk mengeluarkannya dari tempat tersebut. Tanpa berpikir panjang Jack menyetujui permintaannya itu, namun dengan sebuah syarat, sang Iblis tidak boleh menemuinya selama 10 tahun. Kesepakatan tersebut akhirnya disetujui oleh Iblis itu.

Setelah 10 tahun berlalu, sang Iblis kembali mendatangi Jack untuk membawanya ke neraka. Namun lagi-lagi Jack memiliki cara pintar untuk menghindari ajakannya itu. Ia mengajukan sebuah permintaan kepada sang iblis sebelum dirinya berangkat menuju neraka. “Aku ingin kau mememetikkanku sebuah apel dari atas pohon itu,” tutur Jack kepada sang Iblis. Sang iblis pun menuruti permintaan Jack. Ia segera naik ke atas pohon untuk memetik sebuah apel untuk pria cerdik itu. Namun, ketika sang iblis hendak turun, ternyata Jack telah menggambarkan sebuah salib pada batang pohon apel itu.

“Tolong, tolong aku, jangan biarkan aku berada di atas pohon ini selamanya,” jerit sang Iblis.

“Aku akan menghilangkan tanda salib tersebut jika kau mau mengabulkan permintaanku,” ujar Jack dengan senyum piciknya.

“Apa permintaanmu Jack?” tanya sang Iblis.

“Kau harus berjanji untuk tidak memaksaku lagi masuk ke neraka, selamanya!,” jawab Jack.

Sang iblis pun mengikrarkan janjinya, dan sekali lagi Jack selamat dari ajakan Iblis tersebut. Tetapi, ketika ia meninggal, malaikat penjaga surga tidak mau menerima arwahnya. Jack dinilai memiliki terlalu banyak dosa yang tidak dapat dimaafkan semasa hidupnya.

Dengan berat hati, Jack langsung menuju ke neraka. Ia pun bertemu dengan sang Iblis yang selama ini selalu ditipunya. Jack menagih janji sang Iblis untuk tidak menempatkan dirinya di bara api neraka.

Sang iblis akhirnya teringat dengan janji yang diucapkannya di atas pohon apel dulu. Ia kemudian memberikan Jack sebuah lantern berisikan batu bara, untuk menerangi jalan penyucian Jack. Setela itu, Jack menyimpan batu bara cadangannya di dalam sebuah lobak yang dilubangi.

Setelah kisah ini tersebar, para masyarakat Irlandia segera membuat sebuah tradisi dengan mengukir lobak di jendela mereka, untuk mencegah hantu Jack dan hantu lainnya memasuki rumah mereka. Namun, setelah beberapa imigran asli Irlandia hijrah ke Amerika Serikat, mereka menemukan bahwa buah yang ideal untuk ukiran jack-o’-lantern adalah labu. Dilansir dari Howstuffworks.

LEAVE A REPLY