Kepulauan Seribu tak hanya pada panorama alam semata. Pulau yang terletak di Teluk Jakarta ini, memiliki potensi wisata religi yang menarik untuk disambangi.

Kepulauan Seribu merupakan kabupaten administrasi di DKI Jakarta yang wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta.

Kepulauan ini terdiri dari sekitar 342 pulau dengan total luas wilayah daratan sebesar 8.7 km persegi. Tak heran jika, objek wisata ini merupakan  tempat ideal untuk melakukan sport tourism seperti snorkeling, berenang, serta menyelam.

Bagaimana tidak, objek wisata ini memiliki sebelas pulau berpenghuni, yaitu Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Kelapa Dua, dan Pulau Sebira.

Karena keindahannya itulah Kepulauan Seribu dipilih sebagai lokasi pembukaan event akbar bertaraf internasional, TAFISA Games 2016.

“Pada pembukaan nanti, kita akan melakukan aksi water clean up dan beach clean up. Selain itu, kami akan mengajak para delegasi untuk ikut menyelam melihat keindahan bawah laut di Pulau Pramuka,” tutur Ricky Soerapoetra, Ketua Umum Masyarakat Selam Indonesia, di Century Park Hotel, Jakarta Pusat.

Ricky menambahkan sejauh ini sudah ada 20 negara yang mendaftarkan para delegasinya, untuk turut andil pada aksi lingkungan ini.

“Selain melihat keindahan bawah laut, mereka juga akan diajak untuk meletakkan sebuah monumen untuk menandakan kawasan yang harus direvitalisasi,” jelas Ricky.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sylviana Murni mengatakan event ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia, untuk mempromosikan potensi wisata religi di Kepulauan Seribu, yang hingga saat ini belum banyak diekspos.

“Kepulauan Seribu tidak hanya memiliki keindahan alam yang mempesona, tempat ini memiliki segudang spot wisata religi yang menarik untuk disambangi,” ungkap Sylviana Murni.

Setidaknya 5 spot wisata religi yang dapat wisatawan kunjungi di tempat ini, seperti makam Al-Habib Ali bin Ahmad bin Zeid Aidid 1895, kantor eks Asisten Residen Eilanden yang dibangun tahun 1880, makam legenda Darah Putih di Pulau Panggang, makam Syarif Maulana Syarifudin di Pulau Kelapa, serta makam Sultan Mahmud Zakaria di Pulau Panjang.

LEAVE A REPLY