waspada-virus-zika-pengaruhi-kesuburan-pria

Virus Zika masih mengintai kesehatan manusia. Fokus pencegahan penyebaran virus zika yang utama adalah pada ibu hamil. Karena, virus Zika dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan menginfeksi janin.

Sangat jarang yang membahas risiko atau dampak virus Zika pada kaum pria. Padahal, dampak virus Zika pada pria juga cukup berbahaya.

Penelitian telah mengaitkan virus Zika dengan masalah neurologis mulai dari kehilangan penglihatan sementara, kelumpuhan sementara, risiko depresi, Alzheimer dan masalah kognitif lainnya. Pada dasarnya, virus Zika tidak hanya memberi dampak buruk pada wanita hamil tapi juga pria. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa virus Zika dapat menganggu kesuburuan seorang pria. Bagaimana itu bisa terjadi?

Peneliti melakukan penelitian terhadap tikus percobaan dengan menyuntikkan virus ke tubuh tikus jantan. Dalam waktu tiga minggu, virus tidak hanya masuk ke testis mereka, tapi juga menghancurkan struktur internal testis dan menyusutkan organ tersebut sekitar 1/10 dari ukuran normal. Ketika struktur testis terganggu, mereka tidak bisa terus menghasilkan sperma dan testosteron.

Ini sebabnya, tikus yang terinfeksi Zika menghasilkan sperma 10 kali lebih sedikit dengan tingkat yang rendah dari testosteron. Sehingga, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa virus ini ini mengacaukan kesuburan.

Meski penelitian tersebut dilakukan pada tikus, bukan berarti hal ini tidak bisa terjadi pada manusia. “Sementara studi kami adalah pada tikus, dan dengan peringatan kita belum tahu apakah Zika memiliki efek yang sama pada pria, itu menunjukkan pria mungkin menghadapi tingkat testosteron yang rendah dan jumlah sperma yang rendah setelah terinfeksi Zika,” kata Michael Diamon, penulis studi.

Memang, dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui persis bagaimana virus Zika dapat mempengaruhi kesuburan pria seperti yang terjadi pada tikus jantan. Meskipun belum ada bukti nyata, kaum pria juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap nyamuk pembawa virus Zika.

LEAVE A REPLY