porsi-makan-telur-yang-benar-untuk-mencegah-kanker

Penyebab pasti kanker masih belum diketahui secara pasti, karena sejumlah hal dapat menjadi pemicu. Namun, diet tepat dan olahraga rutin dapat membantu menurunkan risiko kanker, termasuk kanker payudara.

Satu modifikasi diet yang dapat membantu wanita mengurangi risiko kanker payudara adalah makan telur. Tetapi, mengingat fakta kuning telur tinggi kolesterol, kebanyakan orang akhirnya hanya mengonsumsi putih telur daripada kuning telur, atau malah membuangnya.

Nah, sebelum kepada trik memoderasi konsumsi telur agar mengurangi berbagai masalah kesehatan, ada sejumlah fakta penting yang perlu Anda ketahui. Telur kaya akan asam lemak omega-6, sejenis asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Meskipun mekanisme yang tepat tidak diketahui, asam lemak omega-6 dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Caranya dengan mengurangi eikosanoid pro-inflamasi (senyawa yang meningkatkan peradangan) dan peningkatkan senyawa anti-inflamasi. Selain itu, telur juga mengandung kolin, vitamin B-kompleks, yang memainkan peran kunci menjaga sel-sel berfungsi normal, terlepas dari usia dan jenis kelamin, serta menurunkan risiko kanker payudara.

Seberapa banyak perlu makan telur?

Sebelum menyetok telur di kulkas, Anda perlu mengetahui berapa banyak yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko kanker payudara. Berikut yang dijelaskan dari penelitian:

1. Menurut sebuah studi tahun 2003 di Journal Breast Cancer Research, wanita dengan konsumsi telur, sayuran dan serat yang lebih tinggi selama remaja, menunjukkan risiko lebih rendah terkena kanker payudara ketika dewasa. Dilaporkan, makan telur setiap hari menunjukkan pengurangan 18 persen risiko kanker payudara.

2. Sebuah studi tahun 2005 di Epidemiology, Biomarkers & Prevention mengungkapkan, wanita yang makan setidaknya enam telur per minggu, memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi dua telur per minggu. Demikian dikutip dari Thehealthsite.

LEAVE A REPLY