ST31102012-1230466781/Ted Chen/ Generic photo of an obese child, at Bedok Central, on Oct 31, 2012. Government authorities are getting kids to eat more healthily, while banning unhealthy food advertisements.

Tidak dapat dipungkiri jika sekarang Indonesia memiliki jumlah anak obesitas yang banyak. Bahkan, mereka pun sempat terekspos media beberapa bulan lalu.

Banyaknya anak obesitas di Tanah Air ini harus menjadi perhatian untuk orangtua. Terutama jika anak dinilai harus menurunkan berat badan, karena tidak sesuai dengan umur serta proposonal tubuh anak.

Lalu, bagaimana cara menurunkan olaharaga yang tepat untuk anak obesitas?

Anak obesitas haruslah melakukan kegiatan olahraga seharinya dalam waktu 60 menit sehari. Sehingga, jika dilakukan dengan rutin, akan menghasilkan penurunan berat badan yang teratur.

“Anak sekolah itu sangat sibuk, jadi 60 menit olahraga sehari sudah cukup,” dr. Indrarti Soekotjo, SpKO, dalam acara Nuvo Mari Bermain Di Luar, di Locanda, Selasa (23/8/2016).

Dalam melakukan kegiatan 60 menit itu, anak juga tidak diharuskan untuk melakukannya dalam satu waktu. Anak bisa mencicil waktu olahraga tersebut dalam sehari.

“Misalnya saja, dia berjalan kaki dari rumah ke sekolah, nanti dia pulang ke lagi ke rumah,” tukasnya.

Namun, dalam melakukan olaharaga juga tidak boleh melakukan olahraga seperti lari, karena akan bedampak pada lutut anak obesitas. Lutut merupakan tumpuan tubuh, dan jika dipaksakan untuk melakukan lari nantinya akan berdampak pada kerapuhan tulang.

“Saat lari dengkul akan menjadi tumpuan anak. Hasilnya dengkul anak akan sakit, kasihan, jadi hindari lari untuk anak obesitas,” jelasnya

Sebab itu, alternatif lainnya yang bisa diberikan untuk anak adalah melakukan kegiatan bersepeda. Sepeda bisa membakar kalori dengan cepat jika dilakukan secara rutin.

“Sepeda rutin 3 kali seminggu itu akan sangat membantu menurunkan berat badan. Kalau bisa juga jika anak memiliki jarak yang dekat ke sekolah, berikan fasilitas sepeda untuk mereka melakukan gerakan,” tuturnya.

Akan tetapi, dalam menurunkan berat badan juga harus memperhatikan pembentukan otot sang anak. Sehingga, olahraga ringan seperti bersepeda dinilai belum cukup. Untuk itu, anak obesitas bisa melakukan latihan fisik seperti muay thai, basket atau renang. Sehingga, nantinya otot saat tubuh melangsing akan membuat anak menjadi kuat, dan bugar.

“latihan fisik berat seperti itu diperlukan karena untuk membentuk otot pada anak. Menurunkan berat badan tidak hanya memperhatikan kurangnya lemak, tetapi juga pembentukan otot anak yang berguna pada usia lanjut nanti,” tukasnya.

LEAVE A REPLY