mencengangkan-dunia-bayi-ini-dilahirkan-dua-kali

Proses persalinan dua kali umumnya berlaku bagi ibu hamil yang mengandung bayi kembar. Tapi tidak bagi Margaret Boemer, wanita asal Amerika Serikat yang mengalami dua kali persalinan untuk melahirkan satu bayi.

Semua itu bermula saat Boemer periksa kehamilan pada usia 16 minggu. Ketika di USG, bayi yang dikandungnya terdeteksi tumor yang tumbuh ditulang ekor. Kondisi medis ini disebut sacrococcygeal teratoma (SCT).

Satu-satunya langkah untuk menyelamatkan janin dan sang ibu, janin di dalam kandungan harus dikeluarkan lebih dulu dari rahim untuk proses pengangkatan tumor. Kemudian dimasukkan kembali ke dalam rahim agar pertumbuhan janin terus berlanjut.

Dari laporan Nature World News, kondisi SCT lebih sering terjadi pada janin perempuan. Meski umumnya tumor tidak ganas, tapi dampaknya menimbulkan berbagai masalah sebelum bayi lahir.

Sebagian besar SCT terdiri dari cairan tapi sifatnya solid dan mengandung banyak aliran darah. Jika terus dibiarkan, maka dampaknya bisa berbahaya pada janin.

Begitu mendengar kabar tersebut, Boemer terkejut. Apa buah hatinya itu bisa selamat dengan proses persalinan dua kali dengan fase pengangkatan tumor di persalinan pertama?

Dengan penjelasan dokter, akhirnya Boemer pun menyetujui proses persalinan prematur pertama. Pada fase ini, bobot bayi perempuannya hanya 583 gram dan dikeluarkan selama 20 menit untuk proses pengangkatan tumor.

Setelah operasi berhasil, bayi dimasukkan kembali ke dalam rahim untuk melanjutkan masa pertumbuhan janin selama 12 minggu. Sampai pada akhirnya tanggal 6 Juni 2016 lalu, tepat pada masa kehamilan 36 minggu, Lynlee lahir.

Meski demikian, Lynlee harus menjalani operasi terakhir setelah 8 hari masa kelahirannya untuk menghilangkan tumor yang masih tersisa.

Dikutip Zeenews, Rabu (26/10/2016). Hal tersebut membuat Lynlee lahir dengan dua kali fase persalinan.

LEAVE A REPLY