6 Tips Cara Merawat Batik
Cara yang akan saya sampaikan disini mungkin sangat sederhana, artinya anda pun tak perlu menyiapkan berbagai komponen yang sulit di dapatkan di pasaran ketika akan merawat baju batik anda. Beberapa tips merawat batik yang tidak ribet agar batik tetap awet antara lain sebagai berikut :
1. Merendam batik kotor selama kurang lebih 5 jam 
Merawat batik dalam proses pencucian pun membutuhkan tekhnik pencucian, salah satu cara adalah merendam batik anda di air bersih tanpa deterjen dan biarkan selama kurang lebih 5 jam. Biarkan air menyerapi pori – pori bahan katun batik serta menghilangkan kotoran yang melekat. Tidak harus dengan air panas atau hangat, yang penting air tersebut bersih.
2. Bilas dengan air bersih 
Setelah anda biarkan batik terendam selama kurang lebih 5 jam, lakukan pembilasan batik dengan air bersih yang baru. Dalam perendaman jangan dicampur dengan baju yang lain yang mudah luntur. Pembilasan dilakukan sambil meremas – remas kain dengan lembut, jangan terlalu kasar. Tambahkan sedikit sabun pencuci khusus untuk batik, bisa anda cari di pasar atau mall. Kemudian bilas lagi dengan air bersih yang baru. Jika ada kotoran yang menempel dan membandel, gunakan sikat cuci tapi dengan lembut pada bagian yang sangat kotor saja. Bagaimanapun ini perlu, agar kotoran hilang.
3. Jangan menggunakan zat pemutih 
Jangan sekali – kali menggunakan zat pemutih dalam mencuci batik, sebab akan merusak warna pada kain atau baju batik anda. Apalagi menambahkan unsur kimia lainnya, cukup air bersih tanpa deterjen berbahan kimia kuat. Lakukan pencucian secara manual kurangi intensitas pencucian yang menggunakan mesin cuci.
4. Angin – anginkan batik untuk pengeringan 
Setelah selesai mencuci jangan menjemur di bawah sinar matahari secara langsung, cukup angin – anginkan saja dan biarkan udara mengeringkan batik anda. Jika pun untuk mempercepat pengeringan dengan panas matahari, usahakan tempat penjemuran rumah anda menggunakan fiberglass atau bahan lain yang polos, panas matahari bisa masuk namun tidak secara langsung menyinari batik dalam proses pengeringannya.
5. Setrika batik dengan suhu sedang 
Saat anda menyetrika kain atau baju batik, jangan terlalu panas suhu pada setrika anda. Hangat saja yang penting di ulangi beberapa kali hingga kusutnya menjadi rapi. Tak perlu menggunakan penutup koran atau kain lain. Biasanya di setrika sudah ada pilihan untuk suhu kain tertentu. Dan pasti ketentuan suhu itu pun sudah dipertimbangkan secara matang pada teknik pembuatan setrikanya.
6. Simpan batik dengan gantungan baju 
Hal ini supaya batik tidak terlipat – lipat saat penyimpanan dan batik yang telah di setrika bisa tetap halus. Selain itu mengurangi bau dari baju yang lain, sebab tidak di tumpuk menjadi satu dengan baju lainnya. Jika anda menggunakan kapur barus, cukup letakkan satu saja dalam almari. Jangan berlebihan.
Beberapa tips mencuci dan merawat kain atau baju batik di atas sangat simple. Intinya, jangan takut dan merasa ribet dengan perawatan baju batik dengan segala teknik yang rumit.

LEAVE A REPLY