PONTIANAK, KOMPAS.com– Seorang warga negara Malaysia bernama Chong Chee Kok (CCK) ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 31,6 kilogram dan 1.988 butir pil ekstasi di perbatasan Nanga Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Penangkapan tersebut terjadi pada 30 November 2016, sekitar pukul 11.30 WIB saat tersangka memasuki wilayah Indonesia menggunakan mobil jenis Proton Satria berwarna biru dengan nomor polisi WEM 6119.

Kepala Polda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Musyafak mengatakan, cukup sulit untuk mengungkap jaringan sindikat internasional, karena terkait masalah batas kewenangan antar negara.

Tangkapan tersebut, merupakan pengungkapan yang terbesar yang masuk dari Malaysia melalui jalur perbatasan darat.

“Sepanjang tahun 2016 ini saja, sudah lebih dari 100 kilogram sabu yang berhasil digagalkan petugas yang semuanya masuk dari Malaysia,” ucap Musyafak, Jumat (2/12/2016).

Penangkapan tersebut, menurut Musyafak, merupakan kerja sama antara pihak berwenang di wilayah perbatasan, seperti Ditjen Bea Cukai dan TNIPolri.

Untuk, kerja sama multipihak dalam upaya mencegah masuknya narkoba di wilayah perbatasan harus terus ditingkatkan.

Namun, berdasarkan keterangan tersangka, ia mengaku hanya sebagai kurir. Sebab, rencananya barang tersebut akan dikirim ke Pontianak.

Kronologi

Proses penangkapan terhadap warga negara Malaysia tersebut berawal dari penggeledahan oleh anggota Bea Cukai dan instansi terkait di Pos Pemeriksaan Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Kalimantan Barat, Saefullah Nasution mengatakan, dua minggu sebelum pengungkapan tersebut, pihaknya memang sempat mendengar adanya kabar terkait pengiriman barang tersebut.

Berbekal informasi tersebut, petugas di perbatasan kemudian memperketat pengawasan dan pemeriksaan. Hingga akhirnya, petugas menangkap tersangka yang membawa sabu yang disembunyikan di dalam mobil yang dikendarainya.

“Usai mengamankan tersangka, kami kemudian berkoordinasi dengan TNI dan Polri yang bertugas di perbatasan untuk mengembangkan penyelidikan, terutama menyelidiki siapa yang memesan barang tersebut,” ucap Saefullah.

Khusus di Kalimantan Barat, ada empat jalur empuk di perbatasan yang kerap menjadi tempat pengiriman barang tersebut. Jalur tersebut diantaranya Entikong, Jagoi Babang, Aruk, dan Nanga Badau.

Selain empat jalur tersebut, terdapat puluhan hingga ratusan jalan tikus yang terhubung dengan perkampungan di wilayah negara bagian Sarawak, Malaysia Timur.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (2), dan pasal 114 ayat (2), serta pasal 115 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hingga hukuman mati.

 

sumber:http://regional.kompas.com/read/2016/12/03/12564671/wn.malaysia.ditangkap.bawa.31.6.kilogram.sabu.di.perbatasan.kalbar

LEAVE A REPLY