Pray For Banten

Banten – Indonesia kembali berduka, baru beberapa bulan setelah Bencana yang melanda kota Palu kali ini giliran wilayah Banten propinsi jawa barat yang diterjang Tsunami

Tepatnya di pantai Anyer pada tanggal (22/12/2018) sekitar pukul 21.15 WIB. Gelombang tinggi yang secara tiba tiba menerjang permukiman warga dan hotel yang ada disekitar pesisir pantai Anyer

Tsunami Disebabkan Erupsi Anak Gunung Krakatau dan Cuaca Buruk

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan ada dua peristiwa yang memicu gelombang tsunami.

Kedua peristiwa itu adalah aktivitas erupsi anak gunung krakatau dan gelombang tinggi faktor cuaca buruk di perairan Selat Sunda. BMKG memaparkan jika erupsi anak Gunung Krakatau, gelombang Tsunami sekitar 90 sentimeter.

namun karena adanya gelombang tinggi akibat faktor cuaca, arus gelombang tsunami bisa bertambah lebih dari 2 meter.

Banyak Korban luka, Meninggal Dunia dan Hilang

Data yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) diketahui sampai saat ini korban meninggal dunia akibat Tsunami di pesisir pantai Anyer masih terus bertambah

“Data dampak Tsunami Banten sampai saat ini (24/12/2018) jumlah korban meninggal 62 orang, korban luka-luka 584 orang, korban hilang 20 orang” ujar Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya dan kemungkinan akan bertambah lagi

Tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. selain 62 orang meninggal terdapat ratusan unit rumah yang rusak berat.

“Kemudian terdapat 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, 10 Kapal kapal rusak berat. dan data ini akan terus bergerak naik ” katanya

Daerah yang terkena dampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang, yang terdiri atas kawasan pantai wisata pantai carita, Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada dan Panimbang

BNPB dan TNI-AD masih terus berupaya untuk mencari korban Tsunami

Pihak BNPB dan TNI-AD hari ini Senin (24/12/2018) akan melakukan pemetaan dan pencarian korban yang belum ditemukan

Info Terbaru Korban Tsunami Banten

Sampai saat ini dari informasi yang diterima dari “total korban jiwa 229 orang meninggal dunia” Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho

Jumlah tersebut berdasarkan data yang di dapatkan sampai pukul 23.30 WIB Minggu (23/12). Sutopo juga mengatakan data tersebut kemungkinan akan terus meningkat.

Selain korban tewas, Sutopo juga menambahkan 408 orang hilang, 720 orang luka-luka dan 4.411 orang mengungsi.

Selain itu total kerugian materil hingga malam tadi adalah 528 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah hilang tersapu ombak, 82 unit rumah rusak ringan dan 1 unit dermaga rusak berat

“masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan” Ucapnya.