surat-terbuka-dari-anak-medan-untuk-ahok-menjadi-viral-di-medsos

Horas ma dihita saluhutna. Kali ini kita akan berbagi tentang fenomena AHOK yang begitu populer di berbagai media. Bukan rahasia umum lagi, bahwa kepiawaian AHOK memimpin Provinsi DKI Jakarta sudah tidak diragukan lagi. Ketegasan dan keberaniannya melawan mafia-mafia yang ingin merongrong Ibukota Negara RI ini sungguh luar biasa. Para cecunguk-cecunguk yang ingin membuat Jakarta kisruh pun satu persatu dihantamnya. Belum lagi uang negara yang berhasil diambilnya dari para tikus-tikus kantor yang korup, tentunya uang negara tsb dikembalikan kepada negara.

Pembangunan DKI Jakarta pun sudah bisa dirasakan oleh masyarakat / warga ibukota saat ini. Sungai-sungai mulai bersih dan hampir tidak berbau, banjir pun mulai berkurang, meski kata orang-orang yang benci kepada beliau mengakatan karena curah hujan turunya sedikit. Tapi yang jelas, Jakarta telah kondusif.

Sayangnya, tidak semua menyenangi ketegasan dari AHOK. Pria tampan keturunan Thionghoa ini telah membuat para koruptor ketakutan dan gelisah. Sudah barang tentu partai-partai politik pun mulai memasang tembok untuk melawan dia. AHOK tetap tenang, tegar dan tetap fokus serta santai menghadapi hal itu.

Meskipun AHOK tenang dan tegar dalam menghadapi fenomena-fenomena ini, ternyata AHOK tidak sendirian. Selain Teman Ahok yang selalu siap sedia menjadi benteng pertahanan Ahok untuk menjadi tameng dan mencari dukungan, ada orang-orang dari berbagai daerah memberikan apresiasi kepada AHOK, salah satunya adalah dari Anak Medan. Anak Medan ini, dengan penuh keberanian memberikan dukungan dan semangat kepada Ahok, agar AHOK tetap kuat dalam menghadapi ujian ini. Berikut isi petikan Surat Terbuka Dari Anak Medan Untuk AHOK.

PESAN DARI ANAK MEDAN BUAT AHOK

Ahok…Ahok, nasibmu lah bro. Kau berada di antara orang2 stres mendekati gila…

Nggak kau tengok hasil kerja kau? Berapa uang negara yang kau selamatkan? Berapa PNS korup kau pecat? Bagaimana Jakarta sekarang gak jadi kolam lagi. Tiga hari aku di sini Hok, beda kali rasaku dibanding tahun 2007 aku cari nafkah di kotamu ini.

Ini kan musim hujan, ya Hok? Kok gak kutemukan banjir? Akh… genangan aja pun gak dapatku. Padahal jalan2 ini juganya yang awak lalui 2007 lalu. Kelelep dulu jalan2 itu Hok. Ntah siapa Gubernurnya ketika itu.

Tau kau Hok? Dari dulu mana ada yang berani sama mapia di DKI itu? Kau kutengok besar kali nyalimu bah. Serius! Se-Indonesia mana ada kek kau nyalinya? Cakap bongaknya semua itu yang koar2. Cok dihadapkan sama mapia, kencing celana Hok.

Janganlah dulu sama mapia tahe. Dari dulu mana ada gubernur yang berani sama maling-maling di DPRD itu? Gubernur yang sebelum jamanmu pilih cincau-cincau, bos. Dengan anggaran yang sama, kok lebih banyak yang kau kerjakan? Jadi sebelumnya pada kemana duit APBD itu?

Eeehh tahe…

Udah gitu pun, masih aja ada yang gak suka samamu, Bro. Nasibmulah jadi keturunan Tionghoa. Udah minor, kreak pula. Hahaha…

Kalo ada 10 KTP di rumah kami, kuantar semua Bos. Cuma, cem manalah kubilang, di Sumut yang berantakan ini, yang Gubernurnya sukak cengengesan di baliho itunya Gubernur kami. Eh, dah ganti tahe. Dah cengengesan di tipi dia sama petugas KPK.

Gitulah dulu ya Bos. Sambil kucari dulu link ke kau. Biar ku-tek dulu suratku samamu. Mana tau ko baca nanti, ya kan…

Salam Anak Medan

Inti dari pesan Anak Medan untuk Ahok itu adalah agar AHOK tetap sabar dan tenang juga agar kuat dalam menghadapi keadaan saat ini.

LEAVE A REPLY