BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM – Nama tiga KRI tipe kapal patroli cepat yang baru saja diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi di Pelabuhan Batuampar Batam, Selasa (10/1/2016), diambil dari nama-nama ikan yang hidup di perairan Indonesia dan diberi seri angka 8 dibelakangnya.

Ketikga kapal itu bernama KRI Tahtihu 853, KRI Layaran 854 dan KRI Madidihang 855.

Seperti Tatihu, merupakan ikan yang dinilai cepat dan lancah.

Kemudian Layara adalah ikan yang berbentuk panjang dan memiliki sirip yang lebar yang sering ditemukan diperairan luas.

Jika sirip ikan tersebut dikembangkan, sepintas ikan tersebut seperti kapal yang membentangkan layarnya.

Selanjutnya kapal terakhir diberi nama Kapal Madidihang.

Ikan Madidihang juga dikenal ikan yang cepat dan sigap.

Kesigapan ikan ini bisa membantu mereka menyelamatkan diri dari ikan-ikan buas dan besar lainya.

Setiap KRI yang digunakan Lantamal keseluruhanya diberikan kode.

Sementara angka 8 di tiga kapal ini kode untuk kapal patroli.

Jadi jika melihat kapal dengan kode di depannya angka 8, itu berarti kapal tersebut akan digunakan untuk berpatroli.

Dan setiap kapal Patroli Angkatan Laut yang diberi kode awal 8 dibarengi dengan pemberian nama ikan.

Laksamana TNI Ase Supandi mengatakan, saat ini indonesia sudah semakin maju.

Biasanya TNI AL mendapatkan kapal-kapal tersebut dari hibah. Namun dengan kemajuan Indonesia saat ini mereka bisa membeli kapal sendiri.

Yang menjadi kebanggaan yakni kapal tersebut buatan dalam negri dengan kualitas di atas rata-rata.

Nantinya, kapal tersebut akan dilengkapi dengan persenjataan.

“Memang saat ini senjata belum dipasang, namun kedudukan persenjataannya sudah. Nantinya, untuk persenjataan kita sendiri yang akan melengkapinya,”katanya. (*)

sumber:http://batam.tribunnews.com/2017/01/10/mengapa-tiga-kri-yang-diproduksi-di-batam-diberi-nama-nama-ikan-dan-berkode-angka-8

LEAVE A REPLY