Palu-Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait jumlah korban dampak Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sabtu (29/09/2018).

Sampai saat ini total jumlah korban tewas yang sudah terdata adalah 410 orang. Jenazah ini tersebar di berbagai rumah sakit di kota Palu.

Sementara itu, jumlah korban yang hilang terdata 30 orang, dan luka berat 540 orang. saat ini korban luka tersebar di sejumlah rumah sakit di kota Palu.

“Jumlah korban ini hanya tercatat di kota Palu.Belum ada di Kab.Donggala. Korban di sebabkan gempa dan tsunami jelas kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” dijelaskan Sutopo Purwo Nugraha

Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Sutopo pun menjelaskan jumlah korban akan terus bertambah, karena proses evakuasi masih dilakukan oleh TIM SAR, selain itu masih ada wilayah yang belum terjangkau oleh TIM SAR” tuturnya

Pihak kepolisian seperti Bimob dan Sabhara yang telah mengevakuasi 410 jenazah tersebut telah berhasil mengindentifikasi 97 jenazah dan 30 diantaranya telah di bawa pulang oleh pihat keluarga Sabtu(29/09/2018)

Selain itu para korban yang telah dievakuasi dibawa menuju ke titik yang tinggi dan terlihat, selain itu para korban yang belum berhasil dievakuasi akibat tertimpa reruntuhan bangunan diakibatkan karena peralatan yang sangat terbatas

Dalam membantu pencarian korban Gempa dan Tsunami di kota Palu dan Kab.Donggala, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan akan mengirimkan Mobil untuk segala medan dan siap untuk di berangkatkan ,” ungkap ketua PMI Sulawesi Selatan, Ichsan YL, Sabtu(29/09/2018)

Apalagi dalam memberangkatkan mobil segala medan tersebut dubutuhkan unit tronton untuk membawanya ke Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya ke lokasi yang terkena Bencana tersebut.

“Pengiriman kendaraan berat ini merupakan kerjasama antara Palang Merah Indonesia(PMI) dan PT.Hadji Kalla yang turut membantu dalam menyediakan mobil tronton untuk mengangkut kendaraan berat tersebut ke lokasi. Bukan hanya itu, bahkan di ikut sertakan sejumlah relawan PMI Sulawesi Selatan untuk membantu dalam melakukan evakuasi korban bencana gempa dan Tsunami yang jumlahnya terus bertambah hingga hari ini.

Info terbaru datang dari petugas AirNav Indonesia yang sebelumnya di kabarkan mengalami patah kaki akibat dari robohnya menara AirNav Indonesia.

Petugas Air traffic Controler (ATC) AirNav Indonesia cabang Palu, yaitu Anthonius Gunawan Agung meninggal akibat luka dalam yang di alaminya. Anthonius mengalami luka akibat melompat dari tower ATC saat terjadi gempa pada Jumat(28/9) sore kemarin.

Anthonius yang sebelumnya sempat memandu pesawat untuk lepas landas dari Bandara Mutiara SIS AL-Jufri Palu. Setelah menyelesaikan layanan panduan Airbone kepada pesawat Batik Air, karena di sebabkan gempa yang kencang sehingga menyebabkan Anthonius merasa panik dan memutuskan untuk melompat dari lantai 4. dari situlah tulang kakinya patah, kemudian tangan, dan juga beberapa tulang rusuk yang patah sehingga menyebabkan adanya pendarahan dalam

sebelumnya Anthonius akan dievakuasikan ke balikpapan namun nyawa Anthonius sudah tidak tertolong dan sudah lebih dahulu menghembuskan nafas terakhir sebelum dilakukan evakuasi.

Anthonius rencananya akan di bawa ke Jayapura dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan akan dikebumikan di Abepura – Jayapura.

Akibat gempa ini tower ATC rusak dan berimbas pada penutupan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri tanpak lantai dan dinding bangunan Bandara mengalami retak-retak. Terlihat beberapa retakan bangunan yang cukup parah. dan karena kerusakan ini, pihak bandara telah menerbitkan Notam penutupan Bandara hingga Sabtu,29 September 2018.