Gempa-Bumi-dan-Tsunami-Melanda-Palu-dan-Donggala

Palu – Gempa dengan kekuatan 7,7 SR di Palu dan Kab.Donggala – Sulawesi Tengah, jumat ( 28/09/2018) menyebabkan Tsunami di pesisir Palu dan merusak sejumlah bangunan dan rumah ibadah yang ada di pesisir kota Palu

Gempa yang terjadi berdampak pada banyaknya bangunan seperti rumah, gedung, mal, dan hotel.

Gempa bumi yang terjadi sejak siang hingga petang tercatat sudah bebrapa kali mengguncang provinsi di Sulawesi tengah

Gempa Pertama terjadi pukul 13:59 WITA kekuatan 5,9 SR

Gempa kedua terjadi pukul  14:28 WITA kekuatan 5,0 SR

Gempa ketiga terjadi pukul 15:25 WITA kekuatan 5,3SR

Gempa terakhir terjadi pukul 17:02 WITA kekuatan 7,7SR

Sebelumnya BMKG sempat memberikan peringatan akan terjadinya tsunami namun tak berapa lama suasana kembali kondusif dan peringatan sempat di cabut oleh BMKG namun setelah gempa yang terjadi Pukul 17:02 WITA dengan kekuatan 7,7 SR yang berpusat 27 km timur laut Donggala dengan kedalaman 10 km terjadi gelombang besar setinggi 1,5 sampai 2 meter yang menerjang sekitar pesisir kota Palu, tsunami menerjang masuk ke pemukiman mengakibatkan banyak rumah warga dan rumah ibadah rusak parah akibat terjangan tsunami di pesisir pantai di kabupaten Donggala dan pesisir pantai di kota Palu.

Tsunami yang memporak porandakan Wilayah Pesisir Kota Palu dan Kab.Donggala

Gempa dan Tsunami ini juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas milik Airnav Indonesia.

Kabin tower berlantai 4 di Bandara Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, roboh sehingga peralatan komunikasi tidak dapat di selamatkan dan gempa ini juga mengakibatkan seorang karyawan Airnav Indonesia yang sedang bertugas di tower mengalami luka luka dan dalam proses evakuasi

Airnav Indonesia cabang Makassar akan mengirimkan peralatan dan teknisi malam ini dari Poso untuk membantu kondisi di Palu. patahnya tower juga menyebabkan pelayanan navigasi tidak bisa diberikan.

Bersama ini di informasikan bahwa sesuai Notam Nomor H0737/18 Bandar Udara SIS Al-Jufrie harus ditutup dari tanggal 28 September 2018 pukul 19.26 WITA sampai dengan estimasi 29 September 2018 WITA karena dampak dari Gempa Bumi dan beberapa penerbangan menuju Palu terpaksa di batalkan untuk sementara.

Sampai saat ini di nyatakan 1 orang korban meninggal dunia dan 10 orang luka luka, korban meninggal akibat tertimpa oleh bangunan yang roboh dan belum bisa di pastikan lagi berapa banyak korban lainnya.

Usai di guncang gempa dengan kekuatan 7,7 SR, kota Palu mengalami pemadaman listrik dan susah signal. belum dapat di ketahui mengenai kerugian dan korban jiwa setelah selesai terjadi tsunami.

“Kota Palu dalam kondisi lumpuh sekarang, komunikasi sangat sulit,terbatas dan terputus,”kata seorang warga, Muhammad Junun,  ketika berada di Palu, mengabari istrinya Ratih melalui pesan pendek di Makassar,Sulawesi Selatan, Jumat.

Ratih mengatakan suaminya saat tiba di Kota Palu sekitar pukul 05.15 WITA, dan akan menginap di Hotel Best Western untuk melanjutkan perjalanan ke Toli-toli. Namun, belum beberapa saat terjadi guncangan hebat hingga harus berlari keluar hotel untuk menyelamatkan diri.

Seorang anak kecil yang melintas di depan rumah yang terlihat rusak parah

Menurut salah satu warga kota Palu Hasan saat setelah gempa yang berkekuatan 7,7 SR yang di sertai dengan tsunami setinggi 1,5 sampai 2 meter para korban sangat trauma dan panik akan gempa susulan dan tsunami kembali saat ini sekitar 300 warga palu mengungsi di Asrama Bulog kawasan palu timur.

Dari informasi yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa peringatan tsunami sudah berakhir untuk Donggala dan Palu. namun masyarakat di harapkan untuk tetap waspada karena saat ini masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah dan mungkin akan terjadi hingga 2 minggu kedepan.