Maskapai Penerbangan Ramai – Ramai Larang Aktifkan Note 7 di Pesawat

Sejumlah maskapai ramai-ramai melarang penumpang untuk mengoperasikan Samsung Galaxy Note 7 di dalam pesawat. Faktor penyebabnya adalah baterai ponsel yang rawan meledak.

Dilansir dari Business Insider, Senin 12 September 2016, Federal Aviation Administration (FAA) merilis imbauan untuk tidak mengaktifkan atau mengisi daya baterai gawai tersebut di dalam pesawat.

” Melihat banyak insiden yang disebabkan oleh piranti Galaxy Note 7, FAA menyarankan penumpang dengan sangat untuk tidak mengaktifkan atau menyalakan piranti itu di dalam pesawat dan tidak menyimpannya di dalam bagasi penumpang,” tulis FAA.

Penyebab FAA mengeluarkan imbauan ini tak lain adalah baterai yang digunakan Galaxy Note 7 rawan meledak. Sekadar informasi, baterai yang digunakan oleh gadget ini adalah lithium ion. Reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai akibat kelebihan panas (overheat) bisa membuat baterai meledak.

Imbauan FAA ini pun langsung diikuti oleh maskapai-maskapai, baik nasional maupun internasional. Dilansir dari Daily Mail, beberapa maskapai internasional seperti Singapore Airlines, Qantas Airways, dan Delta Airlines pun meminta penumpangnya untuk tidak mengaktifkan Galaxy Note 7 atau mengisi daya baterai ketika ada di dalam pesawat.

” Mengaktifkan dan mengisi daya baterai Galaxy Note 7 dilarang di semua penerbangan kami,” tulis Singapore Airlines.

Begitu pula dengan Delta Airlines yang meminta penumpang untuk tidak mengaktifkan ponsel atau menge-charge baterai di dalam pesawat

” Kami akan mengikuti imbauan dan mempelajari masalahnya. Keamanan dan pengamanan menjadi prioritas Delta,” tulis Delta.

Bagaimana dengan Indonesia?

Maskapai nasional tak ketinggalan mengikuti imbauan FAA. PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) juga mengimbau penumpang untuk tidak mengoperasikan perangkat Samsung Galaxy Note 7 di seluruh penerbangan Garuda. Imbauan ini menyusul atas proses penarikan seluruh produk Samsung Galaxy Note 7 atas permasalahan pada baterai perangkat smartphone ini.

“ Garuda Indonesia secara tegas meminta kepada seluruh penumpang untuk tidak mengoperasikan handphone selama penerbangan sesuai pemberitahuan resmi FAA mengenai Samsung Galaxy Note 7. Oleh karenanya Garuda Indonesia mengimbau penumpang untuk tidak menyalakan – bahkan tidak dalam airplane mode – mengisi / recharge baterai, maupun memasukkan perangkat ponsel tersebut pada bagasi penumpang,” kata VP Corporate Communication Garuda, Benny S. Butar-butar, di Jakarta.

Benny mengatakan Garuda Indonesia juga telah mengkomunikasikan imbauan ini secara internal untuk dapat disampaikan oleh para petugas yang berhubungan langsung dengan penumpang. Mulai Minggu, 11 September 2016, maskapai pelat merah ini telah memasang imbauan ini secara tertulis di konter-konter check-in di bandara-bandara yang diterbangi Garuda Indonesia.

“ Imbauan FAA berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. Ke depannya, kami akan mengevaluasi imbauan ini sampai dengan adanya informasi resmi dari FAA,” kata dia.

Sementara itu, Lion Group juga melarang penumpang untuk tak mengoperasikan Galaxy Note 7 di dalam pesawat, baik mengaktifkan maupun mengisi daya baterai, selama penerbangan di Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

” Kami mohon kerjasama dari penumpang kami untuk mengikuti himbauan ini. Perangkat Samsung Galaxy Note 7 agar tidak diaktifkan selama penerbangan, tidak melakukan isi ulang baterai dan juga tidak memasukkan perangkat tersebut pada bagasi yang di check-in kan” , ujar Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group.

Andy menambahkan meskipun pihak Samsung telah melakukan recall terhadap Samsung Galaxy Note 7, namun bagi para penumpang yang telah atau masih menggunakan perangkat tersebut sangat diharapkan kerja samanya untuk mengikuti himbauan ini selama dalam penerbangan.

” Kami akan terus memantau update dari FAA mengenai perkembangan ini, tetapi untuk saat ini kami mohon agar para penumpang dapat mengikuti himbauan ini,” kata dia.

Tanggapan Samsung

Pihak Samsung pun angkat bicara soal imbauan FAA. Mereka mengatakan peduli dengan imbauan FAA terkait isu baterai Galaxy Note 7. Produsen gadget asal Korea Selatan ini mengadakan program penukaran setelah menarik semua Galaxy Note yang telah dilepas ke pasar.

” Kami menyarankan semua konsumen menonaktifkan Galaxy Note 7. Kami sangat menyarankan semua konsumen untuk menukarkan produk ini karena keselamatan Anda adalah prioritas kami,” kata Samsung dikutip dari laman resminya.

LEAVE A REPLY