TAVULLIA – Nama besar Valentino Rossi rupanya tak serta membuat pembalap Italia dengan mudah mengajak adiknya, Luca Marini, ikutan kecemplung dunia kebut-kebutan. Dalam wawancaranya bersama Speedweek, Marini menyatakan keputusannya jadi pembalap adalah keinginannya sendiri, bukan karena dorongan The Doctor.

Marini yang kini bertarung di kelas Moto3 bersama tim Kalex, bercerita soal bagaimana ia memulai karier di lintasan balap. Lucunya, tidak ada peranan Rossi sedikitpun yang menuntunnya berani kebut-kebutan.

Justru sang ayah, Graziano Rossi, yang dianggapnya berjasa. Sejak usia lima tahun, eks pembalap Italia itu yang mengenalkan anaknya ke dunia balap.

“Saya balapan sejak usia lima tahun. Di usia enam tahun, saya ingat bertemu Zohann Zarco di mini-race Italia. Dia lebih tinggi dan itu sebabnya ia lebih cepat dari saya. Lalu saya naik motor 50cc Honda di MiniGP lalu beralih ke kelas 80cc MiniGP. Saya menangkan gelar pada 2011, kemudian naik ke Moto3, setelah sebelumnya di Spanyol,” tuturnya.

“Pada awal karier, ayah saya berperan sangat penting sebab ia menemani saya ke seluruh dunia. Ketika saya duduk pertama kali di atas motor, orang tua saya selalu mendampingi. Di dekat rumah kami, banyak yang mengambil langkah seperti saya, tapi pada saat itu saya tidak tahu kakak saya, Valentino Rossi adalah seorang pembalap. Jadi keputusan ini datang dari diri saya sendiri,” tutupnya.

Kendati demikian, pemuda berusia 19 tahun itu bisa dibilang berperan besar bagi Rossi. Ya, Marini yang kerap berlatih bersama dengan sang kakak di Sirkuit Misano, banyak dibilang jadi pelecut semangat juara dunia sembilan kali balap motor agar bisa terus bersaing dengan pembalap yang lebih muda.

LEAVE A REPLY