LOS ANGELES – Dua petinju tangguh di kelas menengah akan dipertemukan pada 19 Maret tahun depan. Ya, pertemuan yang ditunggu-tunggu antara penguasa sabuk juara kelas menengah WBC/IBO/IBF/WBA Super, Gennady Golovkin dengan juara WBA, Daniel Jacobs bakal terjadi di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat.

Mega duel tersebut awalnya direncanakan terjadi pada 11 Desember 2016, namun penggemar tinju masih harus bersabar hingga Maret mendatang. Baik Golovkin maupun Jacobs sama-sama memiliki catatan pertarungan yang mentereng. Golovkin belum pernah terkalahkan dari 36 laga profesionalnya, bahkan 33 di antaranya dimenangkan dengan knockout (KO/TKO). Sedangkan Jacobs baru menelan satu kekalahan dari 33 penampilannya (29 menang KO/TKO).

Laga ini akan menjadi ajang pembuktian diri, siapakah raja sejati di kelas menengah. Apakah GGG, julukan Golovkin, akan tetap menjadi penguasa, ataukah Miracle Man (julukan Jacobs), yang tampil sebagai penantang, akan menobatkan diri sebagai yang terbaik di kelas menengah.

Sepanjang dua tahun belakangan ini, Golovkin sudah menjalani lima kali kontes pertarungan tinju. Hasilnya, secara berturut-turut dia bisa merobohkan Martin Murray, Willie Monroe Jr, David Lemieux, Dominic Wade, dan terakhir juara kelas welter IBF, Kell Brook pada September lalu.

Di sudut lain, Jacobs baru melakoni satu kali pertandingan selama tahun ini, yakni ketika menghentikan Sergio Mora pada 10 September 2016 di Santander Arena, Reading, Pennsylvania, AS. Namun, secara keseluruhan selama periode 2015-2016, petinju 29 tahun asal AS itu sudah menjalani empat laga yang seluruhnya berakhir dengan kemenangan TKO.

Sebagian besar analis tinju menyebut jika Jacobs merupakan lawan yang sangat bagus selama karir profesional Golovkin. Bahkan, pelatih Golovkin, Abel Sanchez juga tidak menampik jika duel kontra Jacobs itu adalah ujian yang sangat berat.

“Ya, (Jacobs) dia paling berbakat, atlet terbaik, petinju terbaik. Saya pikir dia petinju yang tajam. Dia tidak mungkin seperti (Curtis) Stevens, petinju mendebarkan tapi dia bisa merusak dan mampu bertarung. Dia memiliki noda dari (Dmitry) Pirog, tapi dia benar-benar petinju terbaik, saat ini, yang kami perangi,” kata Sanchez seperti dikutip Boxing Scene.

Dalam karir profesionalnya, satu-satunya kekalahan yang dialami Jacobs adalah ketika dihentikan Dmitry Pirog di ronde kelima dalam duel perebutan gelar kelas menengah WBO yang lowong di Las Vegas, AS, Juli 2010. Dua tahun setelahnya, Golovkin diagendakan berlaga versus Pirog, sayangnya pertandingan itu tidak pernah terwujud, karena Pirog mengalami cedera punggung parah yang memaksanya untuk gantung sarung tinju.

LEAVE A REPLY