MILAN – Marc Marquez belum puas dengan prestasinya selama 2016. Pembalap asal Spanyol itu lalu meminta Repsol Honda mengatasi kelemahan pada kendaraannya agar bisa lebih cepat lagi di musim depan.

Marquez jadi juara dunia MotoGP untuk ketiga kalinya setelah memenangi GP Jepang. Posisinya tidak akan tergeser meski setelah itu tersisa tiga seri lagi. Saat kompetisi usai, rider berusia 23 tahun itu meraup 298 angka dan unggul 49 angka dari Valentino Rossi.

Meski demikian, Marquez belum puas dengan pencapaiannya itu. Soalnya hasil tersebut lebih buruk dibanding waktu menjuarai perhelatan 2013 dan 2014. Pada dua edisi itu Marquez bisa meraup lebih dari 330 angka.

Marquez menilai itu terjadi karena performa Honda RC213V yang jadi kuda besinya masih kurang mumpuni. Sosok kelahiran Cervera itu mengaku mesin baru yang akan digunakan pada musim depan belum sesuai keinginannya.

Menurutnya cukup banyak yang harus diperbaiki, salah satunya masalah akselerasi. Dia merasa akselerasi tunggangannya masih kalah dari Yamaha, Ducati dan bahkan Suzuki.  Karena itu Marquez meminta pada Honda untuk merevisi mesin barunya sebelum uji coba pertama di sirkuit Sepang pada 30 Januari 2017.

“Saya bisa mendapat lebih banyak daya cengkram pada ban. Saya juga bisa lebih mudah mengatur gas dan mendapat banyak hal positif lainnya. Tapi, lalu datang mesin baru dan perangkat elektronik baru,” ucap Marquez, dilansir autosport.

Marquez berharap kendala yang masih menggerogoti mesin barunya bisa segera diatasi. Soalnya, dia tidak ingin hal itu menghambat persiapannya sebelum memulai race pertama musim 2017 di GP Qatar

“Mesin baru ini, jika daya cengkram ban menurun, kami harus menyesuaikan begitu banyak hal. Titik lemah kami, yakni akselerasi belum juga hilang. Saya gembira dengan progress saat ini. Tapi, Honda masih perlu usaha lebih keras lagi sepanjang musim dingin agar bisa memberi saya sesuatu sebelum uji coba di Malaysia,” pungkas Marquez.

LEAVE A REPLY