PHILLIP ISLAND – Penyelenggaraan kalender Kejuaraan Dunia Balap GP Motor musim 2016 telah berujung di GP Valencia (13/11/2016). Namun ada satu hal yang dirasa patut Anda ketahui. Hal itu adalah siapa pembalap yang paling sering terjatuh selama MotoGP 2016.

Ya, ada satu daftar dimana pembalap MotoGP tidak ingin berada di posisi teratas. Daftar itu ialah ‘Si Raja Jatuh’ alias ‘The Crash Kings’.

Gravitasi merupakan salah satu kekuatan yang selalu menyertai para pembalap ketika berlomba di Kejuaraan Dunia GP Motor. Mau dia seorang pembalap juara dunia maupun seorang debutan, apakah Anda seorang pembalap dari tim pabrikan atau satelit, hukum gravitasi tetap berlaku di lintasan.

Setelah lomba seri 18 MotoGP 2016 di GP Valencia, barulah diketahui pembalap mana yang paling sering terjatuh di sepanjang musim. Kalau mau diambil dari keseluruhan kelas, Sam Lowes (Moto2) jadi rajanya dengan tak kurang dari 30 kali mencium aspal. Untuk juara umum kedua jadi milik Gabriel Rodrigo (Moto3) yang mencatat 27 kali terjatuh.

Tapi siapakah dari barisan pembalap kelas bergengsi yang masuk daftar ini dan jadi juara umum ketiga? Seperti dilaporkan GPOne, pengalaman segudang sepertinya tak berlaku bagi Cal Crutchlow. Walau dia menjalani musim terbaiknya di MotoGP dengan meraih dua kemenangan, pembalap Inggris tersebut harus melaluinya setelah mencium aspal sebanyak 26 kali. Kini dia mendapat nama julukan ‘Crashlow’.

Berikutnya ada Jack Miller yang hanya berbeda satu angka dengan Crutchlow. Kira-kira, siapakah pembalap MotoGP yang paling sedikit terjatuh selama 2016?
Pemenangnya ialah Valentino Rossi yang cuma mengalami empat kali terjatuh. Tapi catatan ini amat disayangkan, karena tiga diantaranya terjadi kala Rossi melakoni lomba. Artinya, tiga kali pula dia mesti gagal finis dengan nol poin (di GP Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang).

Tiga gagal finis akibat terjatuh itu pula jadi salah satu penyebab Rossi kalah dari Marc Marquez di perebutan gelar juara dunia pembalap MotoGP 2016. Sedang Marquez memang mencatat 17 kali terjatuh musim ini, tapi kebanyakan dia mencium aspal di sesi latihan bebas. Satu-satunya finis non poin dia saat terjatuh dalam lomba ialah di GP Australia. Sedang di GP Prancis dan Malaysia, dia masih bisa bangkit usai mencium aspal, dan finis masing-masing di urutan 13 serta 11.

Adapun pemilihan Yamaha atas Maverick Vinales sebagai pengganti Jorge Lorenzo, boleh dibilang menuai pujian jika menengok daftar ini. Karena mantan pembalap tim Suzuki tersebut selama 2016 hanya mencatat lima kali jatuh.

Sementara itu, untuk kelas bergengsi musim 2016 mencatat rekor baru jumlah pembalap terjatuh di lintasan, yakni sebanyak 1062 kali. Jumlah itu melebihi jumlah 976 pembalap terjatuh di kelas yang sama musim lalu. Bahkan 10 tahun lalu, jumlahnya cuma 647 pembalap terjatuh.

LEAVE A REPLY